Waktu Tenang di Atas Hamparan Hijau Kawinajang

Lereng di jalur Kawinajang,(Sahwahita)

Terkadanganya kita butuh waktu untuk jeda dari rutinitas bukan untuk kabur dari kesibukan, tetapi memberi ruang agar pikiran bisa kembali jernih. Jalur puncak Kawinajang menawarkan jenis ketenangan yang sederhana bukit hijau, udara sejuk, dan langkah kaki yang berjalan tanpa terburu-buru. Perjalanan ke Kawinajang bisa menjadi cara untuk menghargai diri sendiri. Tidak perlu agenda rumit atau target pencapaian. Cukup berjalan perlahan, menikmati pemandangan, dan memberi tubuh waktu untuk rileks. Sesekali berhenti, menghela nafas, lalu menikmati keindahan ciptaan tuhan.

Work–life balance kadang terasa seperti konsep yang terlalu besar, namun di jalur pendakian Kawinajang, semuanya terasa lebih sederhana. Tidak ada notifikasi, tidak ada obrolan rapat, tidak ada deadline. Hanya ada hanya diri sendiri,helaan nafas,dan suara langkah kaki. Dari sini, kita bisa kembali mengingat ritme hidup yang lebih sehat bahwa bekerja dan istirahat seharusnya berjalan seimbang.

Di tempat seperti ini, sinyal sering lemah, dan justru itu yang membuatnya nyaman. Kita tidak perlu sengaja mematikan ponsel untuk “detox” ,alam sudah menyediakan situasi yang membebaskan. Tanpa layar yang menyala terus, perhatian bisa kembali ke hal-hal sederhana kontur bukit, warna hijau yang menenangkan, atau udara bersih yang jarang ditemui di kota.

Pada akhirnya, perjalanan membantu kita kembali lebih dekat dengan diri sendiri, bukan sekadar melangkah jauh. Destinasi alam seperti bukit hijau dengan udara segar dan panorama menenangkan menawarkan lebih dari keindahan visual ia menyediakan kesempatan untuk pulih, tumbuh, dan mendengarkan suara hati yang selama ini tenggelam. Di balik setiap lembah yang hijau dan semilir angin pegunungan, ada pesan lembut dari alam “Pelanlah. Tenang sebentar. Kamu pantas merasa damai.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *