
View ketika kabut tipis menggantung di atas Danau Batur, siluet Gunung Abang perlahan muncul dari balik cahaya keemasan matahari. Dari Bukit Trunyan, pemandangan itu terasa begitu dekat seolah gunung megah itu sedang menyapa siapa pun yang berdiri di punggung bukitnya. Angin dataran tinggi membawa aroma tanah basah, membuat langkah terasa ringan, sementara garis-garis cahaya mulai menyingkap lekuk-lekuk hijau di lereng Abang. Setiap detik yang berlalu menambah pesona, membuat Sora sulit memalingkan pandangan.
Pemandangan Gunung Abang dari Bukit Trunyan selalu berhasil mencuri perhatian siapa pun yang datang ke kawasan ini. Setiap langkah menuju puncak bukit menghadirkan perubahan suasana yang membuat pengunjung semakin penasaran. Begitu kabut perlahan membuka tirai alamnya, Gunung Abang tampak berdiri gagah di sisi timur Danau Batur. Siluetnya terlukis jelas, menghadirkan perpaduan keindahan gunung berapi dan hamparan hutan hijau yang menyelimuti lerengnya.
Waktu Tepat Menikmati View Gunung Abang
Keindahan ini terasa semakin kuat saat matahari mulai naik. Wisatawan biasanya datang antara pukul 05.30–08.00 WITA untuk mendapatkan view paling menawan. Pada jam-jam ini, warna langit bergradasi, jingga, dan biru muda. Cahaya matahari yang menyentuh permukaan Danau Batur menciptakan pantulan lembut yang menambah impresi dramatis pemandangan Gunung Abang. Dari titik inilah Bukit Trunyan menawarkan pengalaman visual yang sulit ditandingi spot lain di kawasan Kintamani.
Gunung Abang sendiri merupakan gunung tertinggi ketiga di Bali setelah Gunung Agung dan Gunung Batukaru. Gunung ini masih menjadi bagian dari kaldera purba Batur yang terbentuk ribuan tahun lalu. Hutan lebat yang menutupi lereng Abang menyimpan keasrian alam yang jarang tersentuh aktivitas modern. Keeksotisan ini membuat pemandangan dari Bukit Trunyan terasa jauh lebih hidup dan autentik.
Salah satu wisatawan, Rama (27), yang baru turun dari puncak bukit. Ia mengatakan
Saya menikmati momen ketika matahari muncul tepat di belakang Gunung Abang. Cahaya itu membuat gunung tampak seperti dilapisi emas. Selain itu pemandangan dari Bukit Trunyan benar-benar berbeda dari spot lain yang pernah saya kunjungi, ujarnya.
Selain panorama alamnya, pengalaman menikmati Gunung Abang dari Bukit Trunyan juga menawarkan ketenangan batin. Angin dataran tinggi bergerak lembut, pepohonan mengeluarkan aroma segar, dan suara alam mengisi setiap jeda hening. Wisatawan merasa seolah diajak berhenti sejenak untuk meresapi keindahan yang tidak dibuat-buat. Dengan kombinasi pemandangan eksotis, cahaya pagi yang dramatis, dan suasana sunyi khas dataran tinggi, Bukit Trunyan berhasil menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati megahnya Gunung Abang.
Baca Juga: https://soravista.id/bukit-trunyan-destinasi-pendakian-yang-lagi-hits/
Google Maps: https://share.google/EfaeyngVRHMFaSAxS