Tracking Bukit Kuneer, Jalur Pendakian indah di Tengah Kebun Teh

Meski kerap disebut sebagai jalur pendakian ringan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tracking Bukit Kuneer menuntut kesiapan fisik dasar. Jalur yang terbuka tanpa banyak pepohonan membuat pendaki terpapar langsung sinar matahari, terutama pada siang hari. Kondisi ini kerap membuat pendaki kehabisan tenaga lebih cepat dari perkiraan awal.

Baca Juga : Menelusuri Jalur Tracking Tumpak Sewu di Lembah Lumajang

Beberapa pendaki mengaku baru menyadari tingkat kesulitan jalur ketika memasuki tanjakan terakhir. Minimnya titik istirahat alami di beberapa segmen jalur menjadi catatan penting, terutama bagi pendaki pemula. Situasi ini menunjukkan bahwa Bukit Kuneer bukan sekadar jalur wisata santai, melainkan ruang latihan fisik yang efektif jika disikapi dengan kesiapan.

Jalur tracking Bukit Kuneer kerap dianggap mudah karena jaraknya yang relatif singkat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan jalur ini tetap menuntut kesiapan fisik, terutama pada tanjakan terbuka yang minim naungan.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh Rafi, pendaki asal Kota Malang, yang ditemui saat beristirahat di salah satu tanjakan terakhir.

“Kelihatannya pendek, tapi tanjakannya terus naik. Kalau nggak atur napas, cepat capek,” ujar Rafi.

Menurutnya, banyak pengunjung datang tanpa persiapan karena menganggap Bukit Kuneer hanya jalur wisata ringan. Padahal, paparan matahari dan kontur tanah yang licin saat hujan menjadi faktor risiko yang sering diabaikan.

Pengalaman Rafi mencerminkan bahwa jalur singkat tidak selalu berarti mudah. Bukit Kuneer justru menjadi ruang belajar awal bagi pendaki pemula untuk memahami manajemen tenaga dan kesiapan fisik sebelum mencoba jalur yang lebih panjang.

Di sisi lain, jalur yang relatif singkat membuat Bukit Kuneer tetap relevan sebagai alternatif wisata alam bagi masyarakat Malang Raya. Dengan manajemen waktu yang tepat dan kesadaran terhadap batas kemampuan fisik, jalur ini mampu menghadirkan pengalaman pendakian yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Bukit Kuneer pada akhirnya menghadirkan pesan sederhana namun penting: jalur pendek tidak selalu berarti mudah. Kesadaran inilah yang perlu terus disampaikan agar aktivitas wisata alam tetap aman dan berkelanjutan.

Maps menuju Bukit Kuneer : https://maps.app.goo.gl/McjuQdDQwdpLGqPV9

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *