
Surga tersembunyi Air Terjun Kapas Biru di Pronojiwo, Lumajang, bukan sekadar destinasi foto populer. Tempat ini adalah kombinasi antara perjalanan ringan yang menantang, panorama tebing tinggi, serta suasana lembah yang sejuk dan basah. Banyak wisatawan datang dengan ekspektasi melihat air terjun yang indah, namun pulang dengan cerita tentang jalur trekking, udara lembab, dan percikan air yang tak pernah berhenti.
Untuk mencapai Kapas Biru, pengunjung memulai perjalanan dari area parkir dan mengikuti jalur tanah yang langsung menurun. Tidak butuh waktu lama untuk merasakan sensasi berbeda: tanah licin, jembatan bambu, dan anak sungai kecil yang harus diseberangi. Meski jalurnya tidak ekstrem, setiap langkah meminta konsentrasi. Di beberapa titik, suara gemuruh air terjun mulai terdengar. Ini semacam isyarat bahwa tujuan sudah dekat, sekaligus pengingat bahwa debit air di bawah cukup deras.
Begitu tiba di lokasi utama, suasananya berubah drastis. Tebing batu besar menjulang di hadapan, dengan aliran air yang turun lurus dari ketinggian sekitar 100 meter. Udara sekitar lembab, penuh percikan halus yang langsung membasahi pakaian.
Banyak pengunjung memilih berdiri di atas batu besar yang menjadi “spot wajib” Kapas Biru. Dari titik inilah panorama terbaik terbuka jatuhan air yang kuat, vegetasi hijau yang menutupi seluruh lembah, dan aliran air yang membentuk kabut tipis sepanjang hari.
Selain tampilannya yang fotogenik, Kapas Biru menawarkan pengalaman yang singkat namun lengkap: sedikit trekking, sedikit tantangan, banyak pemandangan, dan suasana lembah yang jarang ditemui di tempat lain. Jalurnya cukup aman untuk pemula, namun juga cukup memuaskan bagi mereka yang ingin nuansa petualangan dalam waktu singkat. Bagi yang suka fotografi alam, area ini adalah “surga tersembunyi”. Cahaya yang memantul dari tebing dan kabut air menciptakan efek dramatis, membuat foto terlihat hidup tanpa banyak usaha.