
Menyusuri Jalur Alam Menuju Sumber Pitu Tumpang
Perjalanan menuju Sumber Pitu Tumpang, Kabupaten Malang, memerlukan waktu sekitar satu jam dengan berjalan kaki. Jalur perjalanan membawa pengunjung memasuki kawasan alam yang masih terjaga. Sepanjang perjalanan, pengunjung melewati kebun milik warga setempat yang terbentang cukup luas. Warga menanami kebun tersebut dengan berbagai jenis tanaman pertanian, seperti labu siam, cabai, serta tanaman pangan lainnya yang tumbuh subur dan tertata rapi. Pemandangan ini memberikan gambaran tentang kehidupan agraris yang masih berjalan berdampingan dengan aktivitas wisata.
Interaksi Hangat dengan Warga Setempat
Selama menyusuri jalur menuju sumber, pengunjung kerap berpapasan dengan warga yang sedang beraktivitas di kebun. Beberapa warga terlihat memanen hasil tanaman, sementara yang lain merawat lahan pertanian mereka. Warga menyapa pengunjung dengan ramah saat mereka melintas di jalur setapak. Tidak jarang, warga juga membuka percakapan dengan menanyakan tujuan perjalanan pengunjung. Warga kerap bertanya, “Mau ke Sumber Pitu, ya?” dan pengunjung menjawabnya dengan senyum serta anggukan. Interaksi singkat ini menciptakan suasana hangat dan memperlihatkan hubungan yang harmonis antara masyarakat setempat dan wisatawan.
Jalur Sungai dan Tantangan Medan Perjalanan
Ketika pengunjung menanyakan arah menuju sumber, warga dengan sigap memberikan petunjuk. Mereka menyarankan pengunjung untuk tetap berjalan lurus dan mengikuti jalur yang sudah ada. Arahan tersebut cukup membantu, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali datang ke Sumber Pitu Tumpang. Menjelang lokasi sumber, jalur perjalanan mulai berubah.Pengunjung melewati aliran sungai yang relatif aman dan menikmati pemandangan air terjun di sepanjang jalur. Suara gemericik air menambah suasana alami, meski medan perjalanan terasa semakin menantang.
Beberapa bagian jalur terasa licin, terutama setelah hujan turun. Oleh karena itu, pengunjung perlu meningkatkan kewaspadaan selama berjalan. Pengelola dan warga setempat juga mengimbau pengunjung untuk menggunakan alas kaki atau sepatu yang tidak mudah tergelincir. Langkah ini penting untuk menjaga keselamatan, mengingat jalur menuju sumber masih berupa jalan alami.
Kejernihan Air Sumber Pitu yang Menyegarkan
Rasa lelah selama perjalanan terbayar saat pengunjung tiba di Sumber Pitu. Di lokasi ini, sumber air yang jernih dan dingin menyambut pengunjung. Banyak pengunjung memanfaatkan air tersebut untuk bermain air atau berenang. Meski air di sekitar area air terjun sempat terlihat keruh akibat hujan, sumber air utamanya tetap jernih dan bersih. Kejernihan air ini menjadi daya tarik utama Sumber Pitu Tumpang sekaligus menegaskan kondisi alamnya yang masih terjaga.
Akses Parkir dan Informasi Kunjungan
Warga sekitar menyediakan fasilitas parkir sederhana untuk mendukung akses menuju Sumber Pitu Tumpang. Pengunjung dapat memarkirkan kendaraan di rumah warga dengan membayar biaya sekitar Rp5.000. Hingga kini, destinasi wisata alam ini tidak menerapkan harga tiket masuk atau HTM. Kondisi tersebut membuat Sumber Pitu Tumpang menjadi pilihan wisata alam yang terjangkau bagi masyarakat.
Keberadaan Sumber Pitu Tumpang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang sarat dengan interaksi sosial dan kesadaran lingkungan. Dengan mengikuti arahan warga dan menjaga keselamatan selama perjalanan, pengunjung dapat menikmati wisata alam secara nyaman sekaligus menghargai ruang hidup masyarakat setempat.
Baca Juga: https://soravista.id/proses-pembuatan-jembatan-bambu-untuk-menuju-sumber-pitu/
Lokasi: Krajan, Duwet Krajan, Tumpang, Malang