
Sumber Nyolo dan spiritual menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Mata air alami ini menghadirkan kesejukan yang menyegarkan sekaligus menyimpan nilai budaya dan spiritual yang masih lestari. Sejak 2009, warga mengelola Sumber Nyolo sebagai destinasi wisata religi, meskipun mata airnya sudah mengalir sejak 1985.
Menurut Sumari, salah satu pengelola, air di Sumber Nyolo berasal dari lembah Gunung Arjuna. Aliran itu menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar dan dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang menenangkan jiwa.
Sejarah dan Kepercayaan Lokal di Sumber Nyolo dan Spiritualitas Warga
Sejak masa kerajaan Singasari, masyarakat percaya bahwa Sumber Nyolo dan spiritual memiliki hubungan dengan kisah Ken Dedes. Konon, putri kerajaan itu sering mandi di mata air ini. Hingga kini, warga meyakini bahwa airnya membawa berkah, kesegaran, dan kekuatan spiritual yang mampu menyegarkan jiwa.
Selain tempat ritual, warga juga memanfaatkan airnya untuk kebutuhan harian seperti memasak, mencuci, dan mengairi tanaman. Sumber Nyolo menjadi simbol keseimbangan antara manusia dan alam, nilai yang diwariskan secara turun-temurun.
Ritual Kejawen dan Tradisi Spiritual di Sumber Nyolo
Setiap Jumat Legi, warga menggelar ritual kejawen dan kegiatan spiritual di Sumber Nyolo. Salah satu tradisi yang masih dijaga adalah mandi kembang, yaitu berendam sambil membawa bunga sebagai simbol penyucian diri dan permohonan berkah. Ritual ini dilakukan dengan penuh khidmat dan penghormatan kepada alam serta leluhur.
Tradisi spiritual ini bukan sekadar bentuk kepercayaan, melainkan juga cara menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual Jawa. Karena itu, Sumber Nyolo dan spiritualitas warga menjadi bukti bahwa budaya lama masih hidup berdampingan dengan zaman modern.
Menjaga Kelestarian Alam dan Nilai Spiritual
Warga sekitar aktif menjaga kelestarian Sumber Nyolo. Mereka melarang siapa pun menebang pohon di area sekitar sumber air agar keseimbangan alam tetap terjaga. Dengan cara itu, mereka tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga mempertahankan nilai sakral tempat tersebut.
Pengelola pun memasang papan peringatan agar pengunjung tetap menjaga sikap sopan. Termasuk larangan untuk tidak pacaran berlebihan di area sumber air. Warga percaya, menjaga perilaku di tempat suci merupakan bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur.
Menjaga Kelestarian Alam dan Nilai Spiritual di Sumber Nyolo
Warga Desa Ngenep berkomitmen menjaga kelestarian Sumber Nyolo dan nilai spiritual yang melekat di dalamnya. Mereka melarang penebangan pohon di sekitar sumber air agar keseimbangan alam tetap terjaga.
Pengelola juga memasang papan peringatan untuk mengingatkan pengunjung agar bersikap sopan, termasuk larangan pacaran berlebihan di area sumber air. Warga percaya bahwa menghormati tempat sakral adalah wujud nyata menjaga hubungan spiritual dengan alam dan leluhur.
Baca Juga: https://soravista.id/sumber-nyolo-malang-pemandian-alami-religi-kejawen/
Google Maps: https://share.google/1VATT3KH1T9VZsTy2