
Sumber Gentong di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus melestarikan tradisi kejawen. Warga menggunakan lokasi ini untuk menjalankan ritual budaya, terutama pada bulan Suro ketika berbagai prosesi dan pertunjukan tari berlangsung. Pedagang UMKM setempat, Winarsih, menegaskan bahwa warga menjaga tradisi tersebut sejak zaman leluhur dan mempertahankannya dengan cara sederhana namun tetap penuh makna.
Mengukir Jejak Sejarah Sumber Gentong
Sebagai mata air yang sudah hadir sejak masa lampau, Sumber Gentong memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat Pakis. Warga memanfaatkan airnya untuk memasak, mencuci, dan melakukan ritual penyucian diri. Tokoh lokal menyebut Sumber Gentong sebagai warisan leluhur yang menyimpan nilai kesakralan serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Nama “Gentong” merujuk pada wadah tradisional yang masyarakat gunakan pada masa lalu dan sekaligus menggambarkan karakter mata air yang mengalir dari lembah serta cekungan alami. Suasana tenang, pepohonan rimbun, dan kolam jernih menjadikan kawasan ini tempat yang cocok untuk kegiatan budaya dan spiritual.
Ritual Kejawen dan Tradisi Suro yang Terus Hidup
Hingga kini, masyarakat terus menjadikan Sumber Gentong sebagai pusat tradisi kejawen. Winarsih, pedagang UMKM yang berjualan di area tersebut, mengatakan:
“Tradisi kejawen di sini masih sangat kental. Kalau sudah masuk bulan Suro, biasanya ada ritual-ritual khusus. Bahkan ada pertunjukan tari-tarian juga. Warga sini sudah turun-temurun menjaga kebiasaan itu.”
Bulan Suro selalu menjadi momen paling sakral. Warga berkumpul untuk berdoa, melakukan mandi kembang, dan menampilkan seni tradisi sebagai bentuk penghormatan dan penyucian diri. Kegiatan itu memberi nilai spiritual sekaligus memperkuat ikatan budaya antarwarga.
Warga Menjaga Kelestarian dan Kesakralan Tempat
Masyarakat Pakis menjaga kelestarian dan nilai sakral Sumber Gentong dengan ketat. Mereka melarang penebangan pohon di sekitar area karena tindakan tersebut dapat mengganggu keseimbangan alam. Warga juga mengimbau pengunjung untuk menjaga sikap sopan, menghindari keributan, dan menghormati tradisi lokal.
Melalui peran aktif warga, pengelola lokal, dan pelaku UMKM seperti Winarsih, Sumber Gentong tetap berfungsi sebagai ruang wisata alami sekaligus pusat pelestarian budaya kejawen Jawa.
Lokasi: https://maps.app.goo.gl/hxUFXCGfSjTf2caF6
Baca juga: https://soravista.id/sumber-nyolo-dan-spiritualitas-malang/