Suasana Magis di Bawah Beringin Tepi Sumber Taman

Beringin Tepi Sumber Taman.

Sebelum sora memasuki area utama Sumber Taman, sora akan menjumpai kolam alami berair hijau kebiruan yang tenang. Di tepinya tumbuh pohon beringin raksasa dengan akar menjuntai, seolah memeluk pinggir kolam. Dari kejauhan, siluet beringin ini langsung menarik perhatian dan menandakan bahwa bagian perjalanan ini menyimpan cerita lain selain ajakan bermain air.

Beringin tua itu tumbuh rapat di antara pepohonan lain. Batang besar dan akar lebatnya membuatnya tampak seperti penjaga gerbang Sumber Taman. Akar yang menjulur membentuk tirai alami di atas dinding batu dan tanaman rambat. Saat angin bertiup pelan, ranting dan akar yang bergoyang menorehkan bayangan acak di permukaan air. Kesan magis pun seketika terasa di area ini.

Air di bawah beringin terlihat dalam dan jernih, memantulkan warna hijau gelap dari rimbunnya daun di atas. Sesekali, dedaunan jatuh dan mengapung di permukaan air, lalu terbawa arus kecil yang sangat tenang. Di tengah kolam, satu dua orang biasanya tampak mengapung dengan pelampung atau snorkel, membuat suasana seperti adegan penyelaman di danau tersembunyi.

Di tepian, jalur setapak dan bangunan sederhana tampak kontras dengan keanggunan beringin yang menjulang. Warung kecil dan area duduk berdiri tak jauh dari batang pohon, seolah sengaja memberi jarak hormat kepada “pemeran utama” lanskap ini. Banyak pengunjung berhenti di titik ini untuk memotret, Sebagian lainnya berdiri beberapa menit menikmati detail sulur dan akar yang saling berpilin.

Baca Juga : https://soravista.id/jalur-sungai-cantik-dan-tenang-menuju-sumber-maronmalang/

Di tengah tren wisata alam yang menonjolkan wahana ekstrem dan spot foto kekinian, beringin tua di Sumber Taman menghadirkan sudut pandang berbeda. Pohon ini mengingatkan bahwa daya tarik sebuah tempat tidak selalu muncul dari bangunan baru atau instalasi warna-warni. Pesonanya justru datang dari sosok lama yang masih berdiri tegak menjaga ruang. Dari bawah beringin, perjalanan menuju area wisata berikutnya terasa seperti melanjutkan kisah, bukan sekadar pindah lokasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *