
Di Hutan Asri Bedengan, deretan pinus berdiri berlapis di lereng yang berundak. Lanskap hijau ini langsung menyegarkan mata. Cahaya matahari menembus di antara batang-batang tinggi, jatuh sebagai garis tipis di tanah berlumut. Dari kejauhan, bukit hijau tampak seperti karpet alami yang mengundang siapa pun berjalan pelan tanpa terburu-buru.
Area di bawah pepohonan terasa sejuk bahkan saat cuaca sedang panas . Angin yang turun dari lereng membawa aroma tanah lembap dan daun kering, menghadirkan sensasi “forest bathing” versi lokal tanpa perlu banyak fasilitas tambahan. Di beberapa sudut, rerumputan dan semak rendah tumbuh rapi, memberi jarak nyaman antara pengunjung dan batang-batang pohon yang menjulang.
Hutan ini sering menjadi titik kumpul bagi gen z / keluarga yang butuh jeda dari kegiatan sehari hari . Mereka menggelar tikar di sela batang, menata bekal sederhana, lalu menghabiskan waktu dengan ngobrol santai atau membaca buku. Aktivitasnya mungkin biasa, tetapi suasananya membuat percakapan mengalir lebih jujur, jauh dari gangguan stress rutinitas sehari hari.
Bedengan juga menawarkan jalur kecil yang menanjak lembut mengikuti bentuk bukit. Sora bisa berjalan menyusuri tanjakan tanah yang sudah terbentuk alami, sambil mengamati isi detail hutan dari sudut yang lebih tinggi. Setiap langkah naik memberi sudut pandang baru: kadang barisan pinus tampak seperti tiang-tiang penyangga, kadang cahaya yang tembus di sela daun menciptakan efek dramatis di tengah rimbun hijau.
Bagi sora yang suka fotografi, garis-garis batang dan lapisan lereng menjadi komposisi menarik untuk diabadikan. Kontras antara area teduh di bawah pohon dan sisi bukit yang tersapu sinar matahari menciptakan permainan bayangan yang kuat. Sementara itu, warna hijau rumput yang menyebar di tanah memberi keseimbangan warna yang membuat foto terasa “adem” meski hanya dilihat lewat layar.
Baca Juga : https://soravista.id/suasana-magis-di-bawah-beringin-tepi-sumber-taman/