
Keberadaan Rambut Monte sebagai destinasi wisata alam memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Berada di wilayah Kabupaten Blitar, kawasan ini menjadi sumber penghidupan tambahan bagi warga melalui warung kecil, jasa parkir, dan pengelolaan wisata sederhana.
Baca Juga : Mitos Ikan Dewa Rambut Monte, Antara Kepercayaan Lokal dan Wisata Alam Blitar
Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengunjung meningkat, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Kondisi ini membawa dampak ekonomi positif, namun juga menuntut pengelolaan yang lebih baik agar tidak merusak lingkungan.
Wati, warga sekita, mengaku merasakan manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan.
“Kalau ramai, warung jadi lebih laku. Tapi kami juga khawatir kalau tempatnya rusak,” ujarnya. Cerita ini mencerminkan dilema masyarakat lokal antara ekonomi dan konservasi.
Wisata ini dinilai sesuai sebagai wisata berbasis masyarakat karena skala pengelolaannya masih sederhana. Namun, tanpa pengawasan dan edukasi, peningkatan wisatawan berpotensi mengganggu keseimbangan alam dan sosial.
Upaya pengelolaan berbasis warga mulai dilakukan, seperti gotong royong kebersihan dan pembatasan area tertentu. Pendekatan ini menjaga keaslian Rambut Monte sebagai wisata alam yang tumbuh bersama masyarakat.
Dengan menyajikan dampak ekonomi, risiko lingkungan, dan peran masyarakat secara utuh, wisata ini menjadi contoh bagaimana wisata alam dapat berkembang tanpa kehilangan nilai lokalnya.
Bagi masyarakat sekitar, Kehadiran wisatawan membawa harapan ekonomi, namun juga menuntut tanggung jawab bersama agar alam tidak menjadi korban dari meningkatnya kunjungan. Kesadaran ini perlahan tumbuh melalui praktik sederhana seperti gotong royong, pengelolaan mandiri, dan komunikasi langsung antara warga dan pengunjung.
Tantangan ke depan bukan hanya soal meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan nilai sosial. Rambut Monte berada di titik penting: antara peluang ekonomi dan risiko kerusakan alam. Pilihan pengelolaan yang berpihak pada keberlanjutan akan menentukan wajah wisata ini di masa depan.
Rambut Monte akhirnya menjadi cermin bagaimana wisata alam seharusnya berkembang tidak semata mengejar keuntungan, tetapi membangun keseimbangan antara alam, masyarakat, dan wisatawan.
Maps menuju Rambut Monte : https://maps.app.goo.gl/YoKUh3DhFmHitTh1A