
Gunung Selokurung, dengan ketinggian sekitar 1.034 meter di atas permukaan laut. Papan penanda puncak menjadi bukti sederhana bahwa perjalanan yang ditempuh akhirnya sampai di titik tertinggi. Bukan puncak yang terlalu tinggi, tetapi cukup untuk memberi pengalaman naik gunung yang lengkap dari jalur, tenaga yang terkuras, hingga rasa lega saat tiba.
Perjalanan menuju Puncak Selokurung tidak terlalu panjang. Jalur yang dilalui relatif bersahabat, namun tetap menuntut konsistensi langkah dan pengelolaan energi. Sepanjang perjalanan, vegetasi hijau dan pemandangan kawasan di bawah menyambut pendaki yang perlahan melihat jarak semakin menjauh.Setiap berhenti sejenak bukan tanda menyerah, melainkan bagian dari proses menikmati perjalanan.
Saat tiba di puncak, suasananya terasa sederhana dan terbuka. Tidak ada bangunan besar atau fasilitas berlebihan, hanya papan penanda, tanah lapang, dan angin yang berhembus pelan. Di sinilah banyak pendaki memilih duduk, berfoto, atau sekadar mengatur napas sambil memandang lanskap sekitar. Momen di puncak bukan hanya tentang foto, tetapi tentang menyadari bahwa usaha kecil yang konsisten akhirnya membawa hasil.
Bukan Tentang Tinggi, tapi Tentang Proses
Kamera siap merekam suasana tersebut sebagai bentuk perayaan kecil atas sebuah pencapaian personal. Tidak ada selebrasi berlebihan, hanya senyum, pose sederhana, dan papan penanda puncak yang menjadi saksi bahwa perjalanan benar-benar telah sampai. Momen ini mengingatkan kita bahwa seseorang tidak perlu selalu merayakan keberhasilan secara besar-besaran terkadang cukup berhenti sejenak, duduk di tanah, dan menikmati hasil dari langkah-langkah yang telah ditempuh.
Gunung Selokurung memang tidak setinggi gunung-gunung populer lainnya, namun pengalaman mendakinya tetap meninggalkan cerita. Setiap tanjakan, jeda istirahat, dan langkah yang terasa berat membentuk proses pendakian yang menuntut kesabaran. Jalur yang sederhana justru menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan membumi, karena pendaki benar-benar menyadari setiap meter perjalanan yang mereka lalui.
Pendakian mengajarkan bahwa proses sering kali lebih penting daripada hasil, dan menikmati perjalanan tanpa terburu-buru bisa memberi kepuasan yang berbeda. Puncak ini menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan, sekecil apa pun, selalu memiliki makna bagi mereka yang menjalaninya.
