Proses Pembuatan jembatan bambu untuk menuju Sumber Pitu

Proses pembuatan jembatan bambu menuju Sumber Pitu oleh warga setempat, Soravista

Perjalanan menuju kawasan Sumber Pitu di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, memberi pengalaman tersendiri sejak langkah pertama. Saat itu, saya menyusuri jalur alami yang masih minim penunjuk arah. Bagi pengunjung yang baru pertama datang, lokasi air terjun ini memang terasa membingungkan karena belum memiliki akses jalan permanen.

Di tengah kebingungan mencari arah, saya bertemu dengan seorang bapak yang sedang memotong bambu dan kayu di tepi aliran sungai. Dengan ramah, ia menunjukkan jalur yang aman untuk dilalui. Saya menyeberangi aliran sungai yang tidak terlalu dalam dengan langkah hati-hati, sambil mengikuti arah yang ia tunjukkan.

Dari perbincangan singkat itu, saya mengetahui bahwa ia menyiapkan bambu dan kayu untuk membangun jembatan sederhana. Jembatan bambu ini membantu pengunjung menyeberangi sungai sekaligus mempermudah akses menuju kawasan Sumber Pitu. Ia membangun jembatan tersebut secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi alam di sekitarnya.

Saya mengamati langsung bagaimana warga setempat membangun jalur ini dengan alat sederhana dan tenaga manual. Ia menyiapkan bambu satu per satu sebagai bahan untuk pembuatan jembatan. Upaya ini menunjukkan kepedulian warga terhadap keselamatan pengunjung sekaligus keinginan menjaga kelestarian alam tanpa merusaknya secara berlebihan.

Keberadaan jembatan bambu ini menjadi bukti bahwa akses menuju destinasi wisata alam tidak selalu harus dibangun dengan cara besar dan permanen. Kolaborasi antara alam dan peran warga justru menghadirkan jalur yang fungsional sekaligus tetap menyatu dengan lingkungan sekitar.

Melalui perjalanan ini, Sumber Pitu tidak hanya menawarkan keindahan air terjun, tetapi juga menghadirkan cerita tentang gotong royong dan kepedulian. Setiap langkah menuju lokasi terasa lebih bermakna karena di balik jalurnya, ada usaha warga yang perlahan membuka akses agar keindahan alam dapat dinikmati bersama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *