
Kunjungan ke Pantai Tanjung Penyu saat hari libur memperlihatkan sisi lain dari aktivitas traveling saat ini. Pantai yang berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, ini masih memasuki masa soft opening. Meski begitu, suasana akhir pekan tetap menarik banyak pengunjung.
Sejak sore hari, wisatawan mulai memadati kawasan pantai bersama keluarga maupun teman. Mereka datang untuk menikmati suasana laut dan menunggu matahari terbenam. Antusiasme tersebut membuat Pantai Tanjung Penyu terasa hidup. Namun, kondisi ini juga menghadirkan tantangan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Di beberapa sudut pantai, pengunjung masih meninggalkan sampah sisa makanan dan minuman. Situasi ini menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan belum tumbuh seiring meningkatnya minat berkunjung. Padahal, sebagai destinasi baru, kebersihan memegang peran penting untuk menjaga kenyamanan bersama.
Salah satu pengunjung, Andika (35), wisatawan asal Malang, mengaku tetap menikmati suasana pantai meski ramai. “Pas datang memang lagi rame banget karena weekend. Pantainya enak buat santai, tapi sayang masih ada yang buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Rizal, salah satu pengelola Pantai Tanjung Penyu, juga menyoroti kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa situasi ini berkaitan dengan status pantai yang masih dalam tahap soft opening. “Kami terus berbenah, termasuk soal fasilitas dan pengelolaan sampah. Kami juga berharap pengunjung mau ikut menjaga kebersihan,” jelasnya.
Bagi Sora, situasi di Pantai Tanjung Penyu bisa menjadi bahan refleksi bersama. Traveling tidak hanya tentang menikmati tempat baru, tetapi juga tentang sikap selama berada di sana. Kesadaran sederhana, seperti membawa pulang sampah sendiri, bisa memberi dampak besar.
Pantai Tanjung Penyu menunjukkan bahwa ramainya destinasi wisata perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab bersama. Tanpa kesadaran tersebut, keindahan alam bisa perlahan memudar.
Lokasi: https://maps.app.goo.gl/VWUtefQo6gNdxTXt8
Baca juga: https://soravista.id/sunset-pantai-tanjung-penyu-malang/