
Rambut Monte tidak hanya dikenal sebagai wisata alam, tetapi juga sebagai kawasan yang lekat dengan mitos dan kepercayaan lokal. Terletak di Kabupaten Blitar, objek wisata ini dipercaya memiliki ikan-ikan besar yang tidak boleh diganggu atau ditangkap oleh pengunjung.
Baca Juga : Rambut Monte Blitar, Oase Alami yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Wisata Modern
Keberadaan ikan-ikan tersebut menjadi daya tarik unik yang membedakan Rambut Monte dari objek wisata alam lain. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati alam, tetapi juga untuk menyaksikan langsung ikan yang dianggap sakral oleh masyarakat sekitar.
Doni, wisatawan asal Kediri, mengaku penasaran dengan cerita ikan Rambut Monte.
“Awalnya dengar cerita dari teman, katanya ikannya nggak boleh diganggu. Pas lihat langsung, jadi lebih menghargai tempat ini,” katanya.
Namun, mitos ini juga memunculkan perdebatan. Sebagian pihak menilai kepercayaan tersebut membantu konservasi alam, sementara lainnya menganggapnya sebagai cerita turun-temurun yang perlu disikapi secara rasional. Meski demikian, kepercayaan ini terbukti efektif menjaga ekosistem kolam dari eksploitasi berlebihan.
Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, muncul kekhawatiran akan perilaku pengunjung yang tidak menghormati aturan lokal. Untuk itu, pengelola dan warga setempat terus memberikan edukasi tentang nilai budaya dan aturan tidak tertulis di kawasan Rambut Monte.
Rambut Monte akhirnya tidak hanya menjadi ruang wisata, tetapi juga ruang pembelajaran tentang bagaimana budaya lokal berperan dalam menjaga alam.
Di Rambut Monte, mitos tidak berdiri sebagai cerita kosong, melainkan berfungsi sebagai penanda batas antara manusia dan alam. Kepercayaan terhadap ikan yang dianggap sakral membentuk kesadaran kolektif untuk tidak bertindak sembarangan di kawasan tersebut. Tanpa papan larangan berlebihan atau pengawasan ketat, nilai budaya justru bekerja lebih efektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan rasionalisasi wisata, Rambut Monte menghadirkan pelajaran penting: kearifan lokal dapat menjadi instrumen konservasi yang kuat. Mitos tidak selalu harus dipatahkan, selama ia mampu menjaga alam dari eksploitasi dan mendorong sikap saling menghormati antara pengunjung dan lingkungan.
Rambut Monte akhirnya bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi ruang pertemuan antara cerita, kepercayaan, dan kesadaran ekologis. Di sanalah alam dan budaya berjalan berdampingan, saling menguatkan, dan terus hidup dalam praktik sehari-hari masyarakat setempat.
Maps menuju Rambut Monte : https://maps.app.goo.gl/YoKUh3DhFmHitTh1A