Langkah awal di Menuju Sumber Maron Menyusuri Jalur Sawah Warga Yang Hijau, tidak langsung menghadirkan gemuruh air, melainkan sawah warga yang hijau. Dari bising kendaraan, pandangan terbuka pada hamparan hijau persawahan. Jalan setapak beton membelah pemandangan di tengahnya. Di kejauhan, papan penanda kecepatan 20 km/jam seakan mengingatkan sora untuk menurunkan laju, bukan hanya kendaraan, tapi juga ritme langkah kaki.

Awal Perjalanan di Tengah Sawah
Jalan menuju Sumber Maron tidak langsung menghadirkan gemuruh mata air. Pemandangan sawah hijau milik warga terbentang di kanan kiri, dengan rumah sederhana berdiri di tepinya. Beberapa rumah berwarna mencolok, kontras dengan padi muda yang hijau pekat. Di jalur sempit ini, sora berjalan beriringan dengan warga yang berlalu-lalang. Sesekali, motor lewat perlahan melewati batas kecepatan yang tertera di rambu.
Dari sisi kiri jalan, saluran irigasi kecil mengalirkan air jernih yang menjadi nyawa persawahan. Suara gemericik air di parit berpadu dengan hembus angin yang mengelus daun padi, menciptakan ritme alam yang menenangkan.

Menyusuri Gang Hijau Menuju Sumber
Semakin jauh dari pemukiman, jalur menuju Sumber Maron berubah seperti lorong hijau. Jalanan yang sedikit menurun berdempetan dengan dinding pepohonan, perdu liar, hingga batang pisang yang tumbuh rapat di kiri‑kanan.
Di beberapa titik, batang pohon menunjukkan bekas lumut dan jamur, menandai kelembapan udara yang khas kawasan sumber air. Walau jalur cukup sempit, suasananya aman dan ramah untuk pejalan kaki. Setiap tikungan menghadirkan kejutan kecil, suara air yang mulai terdengar jauh di bawah.

Tiba di Sumber Maron
Menuju Sumber Maron Menyusuri Jalur Sawah Warga Yang Hijau.Suara gemuruh air akhirnya menyambut di gerbang Sumber Maron. Dari atas, pengunjung bisa melihat air terjun lebar yang mengalir di atas bebatuan hitam, membentuk undakan alami sebelum berkumpul di kolam berwarna kehijauan. Di belakangnya, deretan huruf merah “Wonderful Sumber Maron” berdiri mencolok, menegaskan identitas destinasi wisata alam yang kini populer sebagai lokasi bermain air dan river tubing.
Di sebelah kanan, tumpukan ban karet tertata rapi, menunggu disewa oleh pengunjung yang ingin menyusuri aliran sungai. Sementara di kiri, jalur tangga dan pagar besi memandu wisatawan turun dengan aman ke area batuan.Suara air yang deras, teriakan riang pengunjung, dan rimbunnya pepohonan membangun atmosfer yang kontras dengan tenangnya sawah di awal perjalanan. Pengalaman ini dimulai dengan langkah menyusuri perawahan dan berakhir dengan percikan air yang menyegarkan.

Baca Juga : https://soravista.id/spot-foto-favorite-waktu-di-coban-pelangi-poncokusumo-malang/