Kesadaran Lingkungan saat Traveling di Desa Ngabab

Hamparan tanaman cabai di Desa Wisata Edukasi Ngabab, (Sahwahita).

Kesadaran lingkungan saat traveling terasa begitu nyata ketika tiba di Desa Wisata Edukasi Ngabab di bawah rintiknya hujan yang lembut. Aroma tanah basah bercampur dengan hamparan hijau tanaman cabai dan wortel seolah menyambut setiap langkah pengunjung yang datang untuk belajar lebih dekat dengan alam.

Desa Ngabab menggabungkan konsep wisata dan pendidikan dalam satu lanskap yang terawat, sekaligus mengajak para pengunjung tidak hanya berjalan-jalan, tetapi juga mengenal proses pertanian yang menjadi tulang punggung masyarakatnya. Melalui aktivitas sederhana seperti mengamati pola tanam dan memahami cara merawat tanah, tempat ini menekankan bahwa setiap perjalanan memiliki dampaknya tersendiri terhadap lingkungan.

Di antara bedengan sayur yang tersusun rapi, ditemani juga oleh Nazam, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan senyum ramah dan kamera yang menggantung di leher, ia tampak antusias mempelajari cara kerja apra petani setempat.

“Menurut saya, traveling itu bukan cuma soal menikmati tempatnya. Kita juga harus peka terhadpa lingkungan dan menghargai semua proses yang ada di balik keindahannya,” ujar Nazam.

Ucapannya menggambarkan semangat baru di kalangan generasi muda. Di tempat seperti Ngabab, para pengunjung diajarkan untuk menjaga langkah, tidak menginjak bedengan, serta memperlakukan lahan pertanian sebagai ruang hidup yang harus dihargai. Hal-hal kecil semakan ini menjadi bagian terpenting dalam membangun kesadaran lingkungan saat traveling di era wisata massal.

Baca Juga: Sumber Nyolo : Menjaga Keasrian Wisata Religi

Belajar Kesadaran Lingkungan saat Traveling

Kegiatan edukatif di desa ini juga memberi kesempatan bagi para pelancong untuk memahami bahwa keindahan alam selalui hadir melalui usaha. Para petani merawat tanah, menjaga kelembapan, hingga mengatur aliran air agar tanaman dapat tumbuh optimal. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi mereka yang selama ini hanya melihat hasil akhirnya di pasar atau supermarket.

Saat awan mulai meredup dan angin berembus pelan, perjalanan di Desa Ngabab seperti pelajaran yang datang pada waktu yang tepat. Bukan hanya dari panorama hijau yang menedungkan, tetapi dari pemahaman bahwa perjalanan selalui membawa tanggung jawab. Desa ini mengingatkan bahwa kesadaran lingkingan saat traveling menjadi bagian dari setiap langkah, bukan hanya slogan yang lewat begitu saja.

Menutup hari itu, tersadarkan bahwa Desa Ngabab bukan sekedar destinasi wisata, melainkan ruang belajar yang mengembalikan kita pada nilai dasar. Pesan sangat sederhana namun kuat, yang membuat kesadaran lingkungan saat traveling terasa lebih relevan dari sebelumnya.

Link Maps Menuju Desa Wisata Edukasi Ngabab
https://share.google/foFzP2EjYV8hSzQRr

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *