
Pemanfaatan Bambu di Jalur Wisata Sumber Pitu
Perjalanan menuju Wisata Sumber Pitu melewati kebun milik warga dengan cuaca cerah sejak pagi hingga menjelang siang hari. Jalan sempit yang berada di tepi jurang mendominasi akses menuju lokasi, menghadirkan suasana alami khas kawasan perdesaan. Sepanjang jalur tersebut, deretan potongan bambu berukuran besar tampak tersusun di beberapa titik, menarik perhatian siapa pun yang melintas.
Keberadaan bambu-bambu itu memunculkan rasa penasaran mengenai fungsinya. Saat perjalanan pulang dari Wisata Sumber Pitu, saya menyempatkan diri berbincang dengan salah satu warga setempat. Seorang bapak di sekitar kebun dengan ramah menjelaskan bahwa warga memanfaatkan bambu-bambu itu untuk kebutuhan kebun dan pertanian.
Saat saya menanyakan kemungkinan bambu itu berfungsi sebagai jembatan, bapak tersebut menegaskan bahwa bambu itu tidak menjadi akses penyeberangan. Warga setempat sengaja menyusunnya untuk mendukung aktivitas berkebun. Dari percakapan singkat tersebut, saya mengetahui bahwa warga sekitar menyusun bambu hingga menyerupai terowongan atau gua dan tidak menjadikannya sebagai bagian dari fasilitas wisata.
Selain itu, warga juga memanfaatkan bambu sebagai penopang tanaman di lahan pertanian yang berada di sepanjang jalur menuju Wisata Sumber Pitu. Baik di area jurang maupun di tanah datar, bambu berperan penting dalam menjaga tanaman agar tetap tegak dan tidak mudah roboh. Pemanfaatan bambu ini menunjukkan cara sederhana namun efektif yang warga terapkan untuk mengelola lahan mereka.
Aktivitas tersebut mencerminkan peran aktif masyarakat sekitar dalam menjaga keberlangsungan pertanian di kawasan wisata. Di balik keindahan alam Wisata Sumber Pitu, terdapat keterlibatan warga yang secara langsung memanfaatkan sumber daya alam secara fungsional dan berkelanjutan.
