Healing di Tengah Batu dan Rimbun Pohon Sungai Bedengan.

Di sudut Bedengan yang sepi, sungai mengalir pelan di antara bongkahan batu besar yang berjejer seperti penonton konser alam. Air jernihnya memantulkan cahaya lembut yang menembus sela daun di atas. Hanya ada pohon tinggi, bebatuan, dan suara air yang langsung menenangkan kepala begitu kaki melangkah ke area ini.

Deretan batu di tengah aliran sungai membentuk jalur alami untuk bermain. Beberapa orang menyeberang perlahan dari satu batu ke batu lain; yang lain duduk diam sambil menggoyangkan kaki di air dangkal. Arus kecil yang mengalir di antara batu mengeluarkan bunyi halus, seolah mengajak setiap orang menurunkan volume pikirannya dan menikmati hening.

Suasana di tempat ini jauh berbeda dari zona camping yang ramai. Pengunjung yang datang ke bagian sungai ini biasanya berjalan perlahan, menuruni tepian sambil mencari batu paling nyaman untuk diduduki. Begitu menemukan spot, mereka melepas alas kaki dan membiarkan air dingin mengalir menyentuh kulit.

Meski suasananya damai, para pengunjung tetap berperan menjaga keseimbangan tempat ini. Mereka membawa kembali bungkus makanan, memastikan tidak ada sisa plastik terselip di celah batu atau terbawa arus. Beberapa orang memungut sampah kecil yang mereka temukan.

Di sini, healing tidak butuh musik keras atau dekor warna-warni. Cukup duduk di atas batu, mendengarkan suara air, merasakan angin menyentuh kulit, dan menyadari perlahan bahwa setiap orang berhak mendapat jeda setenang ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *