
Gunung Bokong kerap dipandang sebagai gunung kecil jika dibandingkan dengan jajaran pegunungan tinggi di sekitarnya. Namun justru dari kesederhanaannya itulah daya tarik Gunung Bokong muncul. Dengan ketinggian sekitar 1.746 mdpl, gunung ini menawarkan pengalaman pendakian yang bersahabat, terutama bagi keluarga yang ingin mengenalkan anak-anak pada alam terbuka tanpa harus menghadapi jalur ekstrem.
Pendakian Gunung Bokong cenderung singkat dengan jalur yang relatif jelas dan tidak terlalu teknis. Medannya didominasi tanah hutan dan jalur setapak yang memungkinkan pendaki berjalan dengan ritme santai. Bagi keluarga, hal ini memberi ruang untuk beristirahat, berbincang, dan menikmati proses tanpa tekanan untuk terus bergerak cepat. Anak-anak pun dapat belajar mengenali alam secara langsung, mulai dari pepohonan, udara sejuk, hingga pentingnya menjaga kebersihan selama perjalanan.
Suasana hutan di Gunung Bokong terasa teduh dan tenang. Pepohonan yang cukup rapat melindungi pendaki dari terik matahari, sementara pemandangan perbukitan dan gunung di kejauhan menjadi bonus yang menyenangkan. Sesekali, jalur terbuka menghadirkan panorama yang membuat langkah terasa lebih ringan, seolah alam sengaja memberi jeda untuk sekadar berhenti dan mengagumi sekitar.
Titik puncak Gunung Bokong menjadi ruang berkumpul yang hangat. Bukan hanya soal papan penanda ketinggian, tetapi tentang momen kebersamaan setelah menempuh perjalanan bersama. Di sinilah keluarga dapat berbagi bekal, mengabadikan momen, dan mengajarkan anak-anak bahwa mencapai tujuan membutuhkan usaha dan kerja sama.
Gunung Bokong membuktikan bahwa wisata alam tidak harus selalu tentang tantangan berat. Ia bisa menjadi ruang belajar, tempat mempererat hubungan keluarga, sekaligus cara sederhana untuk menumbuhkan kecintaan pada alam sejak dini. Sebuah gunung kecil, dengan pengalaman yang bermakna.
