Coban Talun: Tempat Healing Favorit Anak Muda!

Foto Air terjun Coban Talun, (Sahwahita).
Foto Air terjun Coban Talun, (Sahwahita).

Kota Batu, Jawa Timur – Udara dingin khas pegunungan langsung menyambut Sora ketika tiba di kawasan Coban Talun. Suara air terjun yang jatuh dari ketinggian berpadu dengan aroma tanah basah dan rindangnya pepohonan pinus, menciptakan suasana alami yang menenangkan. Di tengah keindahan itu, tampak Isna, mahasiswi Universitas Brawijaya jurusan Perbankan, sedang tertawa bersama teman-temannya menikmati segarnya udara pagi.

“Baru pertama kali ke sini, sih. Awalnya tahu Coban Talun dari teman-teman dan FYP di TikTok,” ujar Isna sambil menenteng botol minum dan kamera ponsel. Rasa penasaran karena konten viral akhirnya membawanya benar-benar datang untuk menikmati suasana alam Kota Batu yang sejuk.

Bagi Isna, Coban Talun bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang untuk rehat sejenak dari padatnya rutinitas kuliah. “Tracking-nya enak banget, nggak capek. Jadi cocok buat pemula atau yang cuma pengen santai,” katanya sambil tersenyum. Jalur menuju air terjun pun cukup aman dan bisa dinikmati sambil bercengkerama ringan bersama teman.

Soal persiapan, Isna punya tips sederhana untuk siapa pun yang ingin berkunjung ke Coban Talun. Menurutnya, wisata alam ini tidak membutuhkan perlengkapan khusus atau biaya besar untuk bisa dinikmati. “Nggak perlu ribet kok, pakai baju casual aja. Sepatu sandal juga udah aman banget,” ujarnya ringan sambil tersenyum. Ia menambahkan, cuaca di kawasan ini memang cenderung dingin, jadi membawa jaket tipis bisa membuat perjalanan lebih nyaman. Jangan lupa juga menyiapkan botol minum sendiri agar tetap terhidrasi selama tracking.

Suasana tenang, udara dingin, serta gemericik air yang menenangkan menjadi kombinasi sempurna untuk melepas penat. “Di sini tuh rasanya adem banget, kayak semua stres kuliah langsung hilang,” tambahnya dengan tawa kecil.Bagi banyak anak muda seperti Isna, Coban Talun bukan hanya destinasi wisata alam, melainkan tempat untuk kembali bernapas, bercanda, dan menyadari bahwa kebahagiaan kadang sesederhana duduk di bawah pohon pinus sambil menikmati kesejukan alam.

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *