Jalur Licin dan Menanjak, Bukit Jabal Tantang Pendaki Pemula

Malang 18 November 2025 – Jalur pendakian Bukit Jabal di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, menjadi sorotan para pendaki muda setelah banyak pengunjung mengeluhkan kondisi jalur yang licin dan menanjak, terutama setelah hujan mengguyur kawasan tersebut. Medan yang tampak ringan di awal ternyata berubah cukup ekstrem pada beberapa titik jalur menuju puncak, sehingga menantang pendaki pemula yang datang hanya untuk rekreasi ringan.

Pendakian berlangsung pada Sabtu (18/11/2025), diikuti sejumlah mahasiswa yang ingin menikmati panorama Kota Malang dari ketinggian. 

Fahmi, salah satu pendaki mahasiswa asal Malang, mengatakan jalur Bukit Jabal memberikan pengalaman yang tidak terduga. Menurutnya, meski akses menuju basecamp mudah dijangkau dan terlihat seperti wisata bukit biasa, medan yang ditemuinya jauh lebih berat daripada yang dibayangkan.

Awalnya saya kira ini bukit santai, cuma buat refreshing. Tapi pas mulai trekking ke atas, jalurnya langsung nanjak, tanahnya licin banget. Saya hampir kepleset beberapa kali. Jadi harus pelan-pelan dan saling bantu sama teman,” ujarnya saat ditemui setelah turun.

Selain licin, jalur yang relatif sempit membuat pendaki harus berhati-hati saat berpapasan dengan kelompok lain, baik yang naik maupun turun. Beberapa titik juga tidak memiliki pegangan alami seperti akar atau batu, membuat pendaki bergantung pada keseimbangan dan teknik langkah yang benar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pendaki yang belum berpengalaman.

Faktor cuaca juga menjadi penentu utama tingkat kesulitan pendakian. Beberapa pendaki yang datang siang hari mengaku jalur terasa lebih licin karena tanah masih basah akibat hujan pada malam sebelumnya. Kondisi tersebut memperbesar risiko terpeleset, terutama bagi pendaki yang menggunakan alas kaki tidak sesuai standar tracking

Meski penuh tantangan, Bukit Jabal tetap menjadi destinasi favorit mahasiswa karena biaya masuk yang terjangkau, akses lokasi dekat dari pusat Kota Malang, dan pemandangan hamparan kota serta pegunungan yang terlihat jelas dari puncak. 

Banyak pendaki pemula menjadikan bukit ini sebagai latihan sebelum mendaki gunung dengan level yang lebih tinggi, seperti Gunung Panderman atau Gunung Kawi.

Sementara itu, pihak pengelola juga sudah menambahkan fasilitas pengaman seperti tali bantu atau tanda jalur permanen di titik rawan. Namun, mereka mengimbau pendaki untuk memperhatikan cuaca, melakukan persiapan fisik, serta menggunakan alas kaki dengan grip kuat demi keamanan selama perjalanan.

Dengan meningkatnya tren pendakian mahasiswa di kawasan ini, tantangan jalur yang licin dan menanjak menjadi evaluasi penting agar wisata alam ini tetap aman tanpa mengurangi sensasi petualangan yang menjadi daya tarik Bukit Jabal.

Baca Seputar Bukit Jabal Selengkapnya

https://matic.malangkab.go.id/listing/bukit-jabal-kucur-malang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *