
Travel in Style bagi generasi sebelumnya, pergi ke alam mungkin identik dengan pakaian lusuh dan fungsional. Namun bagi Gen Z, perjalanan alam kini bukan hanya soal menikmati keindahan, tetapi juga tentang ekspresi diri. Mereka tidak sekadar mendaki atau menjelajah hutan, tetapi juga membawa identitas, gaya, dan cerita lewat outfit yang mereka kenakan.
Gen Z dikenal sebagai generasi yang kreatif dan visual. Setiap perjalanan adalah kesempatan untuk mengekspresikan karakter, baik lewat warna, layering, maupun aksesoris sederhana seperti bucket hat, jaket oversize, hingga sepatu trail yang tetap trendi. Fashion bagi mereka bukan hanya pelengkap, melainkan bagian dari narasi bagaimana mereka ingin dilihat dan diingat dari sebuah perjalanan.
Fungsi dan Estetika yang Seimbang

Menariknya, Gen Z mampu memadukan antara gaya dan kenyamanan dalam setiap langkah mereka menjelajah alam. Mereka sadar bahwa perjalanan ke alam terbuka bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga bentuk ekspresi diri. Itulah mengapa mereka begitu selektif dalam memilih pakaian bukan hanya berdasarkan tampilan, tetapi juga fungsi. Mereka memahami bahwa kegiatan luar ruangan menuntut pakaian yang fleksibel, tahan terhadap perubahan cuaca, cepat kering, dan ringan untuk mendukung mobilitas.
Dari kesadaran inilah lahir tren functional fashion, yaitu gaya berpakaian yang memadukan estetika modern dengan fungsionalitas tinggi. Jaket anti-air, celana kargo dengan banyak saku, hingga sepatu hiking yang tetap trendi di kamera menjadi simbol keseimbangan antara fashion dan kebutuhan praktis. Gen Z tidak lagi melihat pakaian outdoor sebagai sesuatu yang kaku atau monoton, melainkan sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup mereka.
Bagi Gen Z, tampil stylish di alam bukan berarti mengorbankan kenyamanan. Keduanya bisa berjalan seimbang mereka ingin tetap keren di foto, tapi juga bebas bergerak dan terlindungi dari cuaca. Functional fashion pun menjadi cerminan gaya hidup mereka yang dinamis aktif, estetik, dan tetap nyaman. Alam bukan sekadar tempat berpetualang, tapi juga ruang ekspresi diri yang autentik.
Media Sosial Sebagai Ruang Ekspresi

Setiap perjalanan kini tak lepas dari dokumentasi digital. Foto di depan air terjun, video slow motion di tengah kabut, atau potret candid di jalan setapak menjadi bagian dari digital storytelling. Di sinilah fashion memainkan peran penting: menciptakan citra diri yang autentik dan relatable di dunia maya. Media sosial menjadi panggung tempat Gen Z membagikan gaya mereka kepada dunia bukan untuk pamer, tapi untuk menunjukkan versi terbaik dari diri sendiri.
Namun, di balik semua itu, ada nilai yang lebih dalam. Gen Z tak hanya ingin terlihat keren, tapi juga sadar akan makna keberlanjutan. Banyak dari mereka yang mengedepankan etika dalam konsumsi fashion. Bagi Gen Z, tampil stylish tidak harus merusak alam justru lewat gaya berpakaian yang sederhana namun bermakna, mereka menunjukkan kepedulian dan kesadaran terhadap keberlanjutan. Setiap outfit menjadi pernyataan bahwa ekspresi diri dan pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan.
Baca Juga: Sumber Pitu, Keindahan Alam yang Tersembunyi

Kerenn nihhh
Ih bener banget 😭 sekarang tuh jalan-jalan nggak cuma buat healing tapi juga buat ngasih vibe di feed! Outfit harus nyatu sama tempat biar hasil fotonya nggak cuma keren tapi juga “aku banget” gitu vibes-nya emang lebih ke self-expression sih, bukan pamer. Love this mindset
Bener banget sih! Gen Z tuh emang ga bisa jauh dari outfit kece. Soalnya kalau gaya kita udah klop, vibe perjalanan juga jadi lebih seru dan naikin mood apalagi buat ciwi²♡