Keindahan telaga tersembunyi di Lawang.
Di tengah permukiman warga, terdapat sebuah tempat yang bisa disebut sebagai hidden gem di Lawang. Tempat ini menawarkan suasana yang tenang dan alami. Warga menamai tempat tersebut Telaga Polaman, yaitu wisata sumber air alami yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Sekilas, telaga ini terlihat sederhana. Namun, ketika sora mendekat, suasananya terasa menenangkan. Air jernih mengalir dari sumber alami. Pepohonan besar di sekelilingnya menciptakan nuansa sejuk yang jarang orang temukan di kawasan kampung.
Bagi sebagian orang, Telaga Polaman bukan sekadar tempat wisata kecil. Tempat ini juga menyimpan cerita sejarah dan tradisi masyarakat. Suasana alaminya membuat pengunjung betah berlama-lama.

Sumber Air Alami Yang Menyegarkan.
Telaga Polaman dikenal sebagai salah satu sumber air alami yang cukup terkenal di kawasan Lawang. Mata air pegunungan dari kawasan Gunung Arjuno mengalir dan mengisi telaga ini. Karena berasal dari sumber alami, airnya terasa sangat jernih dan segar.
Warga memanfaatkan beberapa kolam di sekitar telaga untuk berbagai aktivitas. Anak-anak sering bermain air pada sore hari, sementara sebagian warga menggunakan airnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Berbeda dengan banyak tempat wisata lainnya, Telaga Polaman justru menawarkan kesederhanaan. yang membedakan Telaga ini adalah berada sangat dekat dengan rumah warga sehingga terasa seperti bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.
Kedekatan antara telaga dan masyarakat inilah yang membuat tempat ini memiliki karakter tersendiri. Warga menjaga kebersihan dan kelestarian telaga karena tempat ini sudah lama menjadi sumber kehidupan bagi mereka,bukan hanya sekadar tempat pemandian.
Jejak Sejarah Masa Kerajaan.
Selain menjadi sumber air alami, Telaga Polaman juga memiliki nilai sejarah yang cukup panjang. Beberapa naskah kuno seperti Nagarakretagama dan Pararaton menyebut nama Polaman.
Menurut warga sekitar kawasan Polaman dengan kisah runtuhnya Kerajaan Singasari pada abad ke-13. Dalam kisah tersebut, penulis naskah menyebut tempat ini sebagai lokasi penahanan atau pengasingan Jayakatwang setelah kekalahannya dalam konflik politik pada masa itu.
Jejak sejarah tersebut membuat kawasan Polaman tidak hanya menarik dari sisi alam, tetapi juga dari sisi budaya dan sejarah.
Di sekitar telaga, masyarakat menemukan kawasan pertapaan kuno yang berkaitan dengan praktik spiritual pada masa lalu. Para pelaku spiritual memanfaatkan sumber air sebagai bagian penting dari tempat pertapaan. Mereka menggunakan air tersebut untuk proses penyucian diri sebelum menjalani ritual.

Sebagai sumber mata air yang alami dan juga bagian dari warisan sejarah lokal,Telaga polaman perlu kia jaga bersama kelestariannya dan juga ekosistem yang hidup didalamnya.Kesadaran masyarakat juga merupakan salah satu alasan tempat ini masih asri dan terawat.
Telaga Polaman Lawang merupakan salah satu sudut tenang yang menyimpan banyak cerita. Dari kejernihan sumber airnya, suasana kampung yang damai, hingga jejak sejarah masa kerajaan, semuanya berpadu dalam satu tempat yang sederhana namun bermakna.
