Bersua Bersama di Gunung Bokong

Langkah demi langkah membawa para pendaki menuju puncak Gunung Bokong saat pagi masih muda. Udara dingin menyelimuti jalur, sementara cahaya matahari perlahan muncul di balik pepohonan. Tujuan mereka sama: mengejar momen sunrise, meski berangkat dari perjalanan dan latar yang berbeda.

Sesampainya di puncak, wajah-wajah asing saling bertemu. Tidak ada perkenalan resmi, hanya senyum singkat dan sapaan sederhana. Di sekitar papan penanda puncak, mereka duduk berdekatan, mengatur napas, dan menikmati pemandangan Gunung Arjuno yang tampak jelas dari kejauhan.

Percakapan kecil mulai mengalir. Para pendaki saling berbincang tentang jalur yang mereka lewati, waktu keberangkatan, hingga rasa lelah yang akhirnya terbayar lunas. Sebagian dari mereka berbagi bekal, sementara lainnya mengabadikan momen bersama orang-orang yang baru saja mereka kenal di puncak.

Pagi hari di puncak Gunung Bokong mempertemukan para pendaki secara spontan.Orang-orang yang sebelumnya asing kini duduk dalam satu lingkar kecil, menyatukan perjalanan yang sama dengan panorama alam yang terbentang luas.

Bersua pertama di puncak gunung menghadirkan pengalaman sederhana namun berkesan. Di ketinggian, perkenalan tidak membutuhkan waktu lama. Alam menghubungkan mereka, sementara kebersamaan singkat itu berubah menjadi cerita yang akan mereka kenang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *