Air Mengalir Deras, Menghilangkan Stress di Sungai Bedengan.

Arus sungai di Bedengan mengalir deras di antara batu-batu hitam yang licin dan kokoh. Air yang bening memantul ke segala arah, menciptakan pola putih berbusa yang bikin mata betah menatap lebih lama. Setiap cipratan kecil seolah mengajak siapa pun untuk turun dan merasakan sendiri segarnya aliran ini di kulit.

Pengunjung yang datang biasanya tidak langsung buru-buru foto, tetapi memilih mengamati dulu ritme sungai. Ada yang duduk di batu paling besar, menggantungkan kaki di atas arus, lalu perlahan menurunkannya hingga air menyentuh betis. Dinginnya air membuat tubuh kaget sebentar, tetapi beberapa detik kemudian rasa segar mengambil alih. 

Di sela riuh bermain air, Bedengan tetap menyimpan sisi tenang yang sulit ditemukan di tengah kota. Beberapa orang memilih duduk diam, menatap pusaran air yang memukul batu tanpa henti. Mereka membiarkan suara sungai menenggelamkan suara-suara lain yang biasanya memenuhi kepala. Dalam suasana seperti ini, banyak pikiran yang tadinya ruwet mulai terasa lebih ringan dan tertata.

Namun, aliran seindah ini tetap butuh campur tangan manusia untuk bertahan bersih. Pengunjung bisa mulai dari hal sederhana: membawa pulang kembali bungkus makanan, tidak membuang tisu atau plastik ke sela batu, dan menghindari sabun atau deterjen saat bermain air. Langkah kecil itu mungkin terlihat sepele.

Bedengan pada akhirnya bukan cuma lokasi untuk membasahi kaki, tetapi juga tempat untuk mereset kepala. Di sini, orang bisa tertawa saat terpeleset kecil, berfoto seperlunya, lalu menutup hari dengan hati yang lebih enteng. Sungai yang terus mengalir mengingatkan bahwa masalah pun akan lewat kalau diberi waktu. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *